FIGHT NEVER ENDING

  • Cerpen /
    14 Dec 2011

    Kakakku Kekasihku

    Tulisan ini adalah bagian dari #rantaicerita #PerkawinanDarah. Cerita ini ditulis oleh beberapa nama seperti @echaimutenan, @ari_dexter, @harrismaul, @juleahardy, @elafiq, @thianongnong, @aniRingo, @IndahJuli, @mataharitimoer dan @wkf2010. Cerita sebelumnya, bisa dilihat di sini. Selamat membaca. Sejak kedekatan Diego dan Lasmi yang berlanjut walau tanpa pengetahuan orang lain, dan Lasmi sudah terjebak dalam perselingkuhan dari suaminya Dimas, mereka seolah tak peduli dengan keadaan dan realita, yang mereka rasakan hanya perasaan cinta dan tak mengijinkan perasaan itu pudar atau diambil alih realita. Diego dan Lasmi, ditengah kebersamaannya dan hubungan terlarangnya masih selalu ingin mencari tahu, asal usul ibu mereka, karena kejadian dalam obrolan makan malam lalu, Lasmi sempat mema
  • Cerpen /
    25 Nov 2010

    Bedah Syair Lagu, Hidupmu Hidupku

    Disclaimer : Ini adalah kisah fiksi yang di inspirasi dari sebuah judul lagu Zigaz Hidupmu Hidupku dari album Sahabat Menjadi Cinta. Buat Dengarin lagunya bisa klik DISINI HIDUPMU HIDUPKU Dering handphone Reva memecah lamunannya, tampak dilayar menunjukan nomor kekasihnya Bedi, ” Hallo hun, sibuk ?” Sapa Bedi dari sebrang. ” Lumayan.” Jawab Reva singkat. ” Reva, apapun keputusan kamu aku akan tetap memohon agar aku diberi kesempatan untuk menjelaskan mengapa semua ini bisa terjadi, aku cuma ingin kamu tau sayang, please….” Bedi memelas, sedangkan Reva hanya mendesis lemah dan menyetujui untuk bertemu pulang kerja sore ini di cafe langganan mereka. Suasana cafe sore itu masih tampak agak lengang, Bedi dan Reva bisa nyaman berbicara masalah mere
  • Cerpen /
    27 Mar 2010

    Janji itu sudah kau tepati

    Cerpen ini repost dari postinganku tahun lalu Tidak ada hari yang istimewa buatku menjalani hari hari di Johor selain mengerjakan pekerjaan rutin dikantor yang semua temanku adalah bangsa Cina Malaysia, tidak ada candaan dan selingan gurauan hangat dengan rekan kerja atau sekedar bikin selingan minum kopi atau teh hangat. Semua serba kaku dan terpaku dimeja masing masing sibuk dengan pekerjaanya, mungkin karena disiplin dan waktu yang betul betul diperhitungkan oleh perusahaan, begitulah aktivitas keseharianku sejak ditugaskan menjadi akunting dikantor pusat pabrik plastik forming yang kebetulan berada di Johor Malaysia. Sangat menjenuhkan memang melalui aktivitas sehari hari yang kaku dan sangat berbeda dengan kebiasaan sosialisasi dikantor negara sendiri, bukannya aku yang tidak su
  • Cerpen /
    17 Jul 2009

    Sayonara, Razo San (2)

    Cerpen ini pernah dipublish tahun lalu, namun dipublish kembali dengan perpaduan puisi di awal, tengah dan akhir cerita, ini adalah hasil karya duet persahabatan dengan pemilik blog yang isi blognya kumpulan puisi puisi yang sangat memukau siapapun yang membacanya, tak jarang banyak pesanan minta dibuatkan puisi darinya yaitu Thopo 12 11 2008 Semburat warna jingga menyala diufuk Diikuti kemilau warna emas mentari Hangat menyelimuti Priangan Langit biru cerah setelah tersapu hujan semalam Hari Senin yang cerah membuat Nina bersemangat untuk menjalankan tugas rutinitasnya di kantor Travel Agency Pasundan Travel, salah satu travel terkemuka di Kota Bandung, hari itu Nina bertugas untuk memandu salah satu wisatawan asal jepang bernama Razo. Razo adalah seorang pemuda Jepang berumur 29 tahu
  • Cerpen /
    2 May 2009

    Tak ingin memiliki Part 2

    Hati kania gelisah, sudah sebulan Dimas tdk kasih kabar akhirnya dia memberanikan diri untuk sms Kanda, sedang dimana? apa khabarnya? Dimas menatap layar ponsel namun enggan untuk membuka isinya, mengetahui sms itu dari Kania. Butuh waktu sejenak bagi Dimas untuk menyadari bahwa Kania menanyakan kabarnya. Kania tambah gelisah smsnya tak kunjung ada jawaban Siang itu pun berlalu…menyisakan resah. Bunyi sms membuat Kania terperanjat, berharap itu balasan dari Dimas, tanpa menunggu lama kania membukanya, dan wow…dari Dimas!!) Are you there Dinda? Balas Dimas enteng namun agak berharap. Apa khabar kanda, kenapa lama tak menghubungiku, aku tau kau marah namun janganlah seperti ini.” Kenapa jadi sebuah tuntutan terhadapku? Tanya Dimas Deg…jantung Kania berdetak seket
  • Cerpen /
    29 Apr 2009

    Tak Ingin Memiliki

    Guys, ada cerita ni h hasil karya duet persahabatan dengan Redova, tapi bersambung moga suka ya? Sepasang jiwa namun bukan sepasang kekasih disudut hening malam dalam redupnya sinar rembulan. “sampai kapan aku harus menunggu jawaban darimu dinda….?” Tanya Dimas penuh harap seraya memandang wajah keraguan Kania. “Kanda, masih banyak waktu tuk berpikir saat ini diriku sedang bimbang seribu alasan yang pernah kuceritakan padamu.” Kania meyakinkan Dimas “Bimbang?!…Dimas tertegun dan tersenyum sinis, “sampai kapan aku harus terjebak disudut perasaanku sendiri dinda, tak cukupkah waktu yang terlewat ?..aku hanya butuh sebuah jawaban………..” Nafas Dimas terengah engah mengatakan hal itu “Mengapa kau terdiam???”
  • Cerpen /
    30 Jan 2009

    Pria Oriental

    Siang itu di kantin kampus Weni sedang menunggu Lisna yang akan mengenalkan teman baru, seorang mahasiswa pindahan dari sebuah universitas dari Pontianak. Tak lama Lisna muncul dengan seorang pemuda dengan perawakan sedang, kulit putih, bermata sipit, tampak jelas sekali wajah orientalnya. Mahasiswa baru itu bernama Lee Hock Guan tetapi lebih suka dipanggil dengan nama pribumi yaitu Gunawan. Lisna langsung mengenalkan Gunawan ” Weni, kenalin nih Gunawan dia ambil Teknik Informatika disini.” “Oh senang sekali bisa kenalan.” Sambut Weni menjabat tangan Gunawan. “Senang juga bisa kenal kamu Weni.” Jawab Gunawan dengan senyuman. Weni dan Lisna mengambil kuliah jurusan Akuntansi sedangkan Gunawan Teknik Informatika, Gunawan adalah teman lama Lisna semas
  • Cerpen /
    16 Jan 2009

    Senja di Bumi Rafflesia

    Lega rasanya sore ini setelah merapikan kertas kertas kerja serta dokumen dokumen yang dirapikan ke dalam masing masing ordner file serta membereskan alat tulis kantor yang berserakan dimeja, lalu kuraih kalender meja yang terletak dipojok meja sebelah vas bunga. Hmmm..sudah satu setengah tahun aku menghirup udara Kota Bengkulu yang panas karena dikelilingi oleh lautan dan pantai. Aku bisa sampai ke Bengkulu karena ditugaskan oleh salah satu Kantor Perusahaan Airline domestik, dipromosikan dalam rangka promosi jabatan, walaupun awalnya aku sangat berat untuk menerima tawaran promosi itu karena otomatis aku meninggalkan suami, anak dan ibuku yang kebetulan tinggal bersamaku di Jakarta. Terdorong rasa ingin maju dan memanfaatkan kesempatan, dengan sedikit memaksa dan mengeluarkan argumen
  • Cerpen /
    14 Jan 2009

    Johor, Akankah Aku Kembali?

    Tidak ada hari yang istimewa buatku menjalani hari hari di Johor selain mengerjakan pekerjaan rutin dikantor yang semua temanku adalah bangsa Cina Malaysia, tidak ada candaan dan selingan gurauan hangat dengan rekan kerja atau sekedar bikin selingan minum kopi atau teh hangat. Semua serba kaku dan terpaku dimeja masing masing sibuk dengan pekerjaanya, mungkin karena disiplin dan waktu yang betul betul diperhitungkan oleh perusahaan, begitulah aktivitas keseharianku sejak ditugaskan menjadi akunting dikantor pusat pabrik plastik forming yang kebetulan berada di Johor Malaysia. Sangat menjenuhkan memang melalui aktivitas sehari hari yang kaku dan sangat berbeda dengan kebiasaan sosialisasi dikantor negara sendiri, bukannya aku yang tidak supel tapi aku harus menyesuaikan diri dengan kebias
  • Cerpen /
    16 Dec 2008

    Diary Rinjani

    Dear Diary, Hari ini adalah hari jadi antara aku dan Panca, jiwaku melayang ke masa lampau. Beberapa tahun yang lalu saat Panca dengan gentle ungkapkan rasa betapa dia ingin memiliki, mencintai dan menyayangiku. Dayung bersambut, aku menerima sejuta kebahagiaan dan asa yang ditawarkan, aku pun percaya dengan untaian kata yang meyakinkan walau disampaikan dengan terbata bata dan terseok karena ada kecemasan kalau kalau aku tidak menerimanya. Diary, Akhirnya sekian lama aku dan Panca menjalani hari hari bagai hidup ditengah kebun bunga dengan latar pelangi. Tak ku pungkiri aku dan Panca selalu semangat penuh gairah hidup. Momen berangkat kuliah adalah yang paling kutunggu. Mengerjakan tugas tugas kuliah sampai skripsi kulalui tanpa beban karena semangatku dibakar oleh cinta dan kasih say