FIGHT NEVER ENDING

Tiga Elemen Penting Naskah Fiksi Layak Muat

5 Feb 2017 - 11:53 WIB

Rahma Wulandari (Foto : Facebook Blogdetik)

Acara Sunday Sharing Blogdetik pantang saya lewatkan karena isi workshopnya selalu berisi dan sangat interaktif. Dalam satu ruangan yang penuh aura wawasan. Apa lagi di Sunday Sharing edisi ke 34 ini bekerja sama dengan Majalah Femina. Menghadirkan Editor Fiksi Majalah perempuan ternama, Rahma Wulandari.

Sejak adanya pengumuman event ini, saya langsung mendaftar karena untuk menulis fiksi saya masih gagap dan kaku. Saya ingin sekali menulis cerpen atau prosa sekali duduk. Maka, ini kesempatan untuk berburu ilmu dari masternya.

Setelah perkenalan dengan semua peserta, Rahma Wulandari membagikan tiga tips menulis fiksi yang layak muat di media. Ini dia!

Design Your Story From The First Draft

Relevant Story

Check The Publisher Style

Ketika mengirimkan naskah tidak hanya satu naskah saja, bisa mengirimkan beberapa karena setiap media akan selang seling tema. Lalu, selaraskan gaya cerita dengan idealisme media yang dikirimkan cerpen. Misalnya, Femina tidak meng-endorse poligami jadi tidak usah kirim tema cerpen poligami. Menurut Rahma, Femina menyuarakan keberagaman.

Editing sangat penting. Walau menulis fiksi, EYD juga penting. Biasanya editor sudah bisa menilai dari tiga paragraf pertama. Apabila tidak banyak typo dan cerita mengalir, biasnaya proses editing akan berlanjut. Kalau sudah banyak typo biasanya editor menyingkirkan dulu naskah tersebut.

Dalam acara ini, Rahma mengajak semua peserta melakukan tantangan, yakni membuat sinopsis untuk cerpen yang diberi waktu hanya lima belas menit. Kami dituntut untuk menuliskan sinopsis yang berisi tema, tokoh, plot, setting dan konflik cerita. Wow! Ini menantang sekaligus bikin deg-degan karena hasil pembuatan sinopsis semuanya dibacakan oleh Rahma.

Kami ada yang terkesima, penasaran dan tertawa mendengar berbagai sinopsis peserta yang dibacakan tersebut.

Rahma juga membagikan tips fiksi layak muat di Majalah Femina. Menurut Rahma, di Majalah Femina yang terbit mingguan selalu menyuguhkan cerpen dan cerber. Setiap tahun juga ada Sayembara Fiksi Cerpen dan Cerber dengan hadiah jutaan rupiah dan karya pemenang selalu dimuat dalam Majalah Femina.

Isi cerita yang dikirim dan dimuat di Femina kebanyakan tentang perempuan urban atau kehidupan sehari-hari yang dikemas sesuai dengan hubungan kehidupan perempuan masa kini. Bisa tentang percintaan, karir, persahabatan, hubungan dengan orangtua dan cerita-cerita lainnya.

Umumnya menulis cerpen bisa ditulis dalam 1800 atau 2000 kata dan penggunaan dialog bisa menjadi pemanis serta penegas cerita. Sehingga cerita menjadi ada suaranya. Rahma menyarankan jika dialog tidak terlalu penting dan dirasa memubazirkan kalimat sebaiknya tidak perlu memakai dialog.

“Cerita tanpa dialog bisa saja asal mengemasnya sehidup mungkin, tidak terjebak dalam jurnal pribadi atau curhatan pribadi yang berapi-api.” Kata Rahma.

Rahma juga menekankan bahwa penulis tekankan saja pada proses bercerita, untuk hal-hal teknis, seperti penyesuaian bahasa pakem sesuai media yang dikirimi cerpen, biasanya editor bahasa akan membantu menyelaraskan. Salah satu keistimewaan Majalah Femina adalah mempunyai Editor Bahasa.

Gaya penulisan, tidak menentukan di Femina. Mau menulis dengan gaya tegas, gaya puitis atau gaya serius sah saja. Yang terpenting, cerita tersebut bisa diolah menjadi menarik pasti menjadi pertimbangan.

Rahma juga menyarankan jika membuat cerita, usahakan mencerminkan kisah kehidupan nyata dan jika tokoh-tokohnya ingin lebih hidup, bisa wawancara siapa saja yang karakternya mendekati si tokoh yang akan diceritakan.

Naskah yang dikirim ke Femina biasanya didata dulu lalu didistribusikan ke editor. Harus sabar untuk mendapatkan jawaban atau konfirmasi dimuat atau tidaknya naskah tersebut. Apabila naskah yang dikirimkan ke satu media dan dimuat di media lain, sebaiknya kirim penarikan naskah dari media lainnya agar tidak dobel muat.

Foto : Twitter @FeminaMagazine

Wah asyik banget dapat ilmu langsung dari Editor Fiksi Femina. Sangat mencerahkan. Terima kasih Femina dan Blogdetik atas kesempatannya.


TAGS   fiksi / sunday sharing /