FIGHT NEVER ENDING

Mengetahui Sejarah detik.com di Jenius Talk 2

5 Feb 2017 - 08:30 WIB

Sebagai penggemar berita online, saya membuka portal detik.com paling sering. Biasanya mencari berita terkini, mencari inspirasi dan cari info barangkali ada workshop yang cocok untuk mengisi konten blog saya.

Tertarik banget saat ada acara Jenius Talk 2 yang bekerja sama dengan detik.com di sebuah cafe yang cozy di bilangan Serpong pada minggu ke empat Januari 2017. Di sana banyak teman baru yang tak biasa hadir di acara blogger sehingga bisa menambah database pertemanan dari berbagai lingkaran.

Talkshow bertajuk detikXJeniusTalk2 ini diperkaya dengan materi yang diberikan Sena Achari dari detik.com dan Pak Irwan dari Jenius Bank BTPN.

 

Sejarah detik.com

Menariknya lagi, dari paparan Sena Achari saya bisa mengetahui sejarah terbentuknya portal berita terbesar di Asia Tenggara detik.com yang berdiri Tahun 1998. Awal berdirinya portal detik.com karena pada 1994, Presiden Soeharto membredel Majalah Detik yang didirikan oleh Budiono Darsono dan Eros Djarot. Maka, Tahun 1998 lahir detik.com yang dibidani oleh Abdul Rahman, Budiono Darsono, Yayan Sofyan dan Didi Nugrahadi.

Saat itu, kantor detik.com berkantor di salah satu sudut Stadion Lebak Bulus dengan ruangan kecil dan apa adanya. Sedangkan Platform detik.com saat itu berbentuk tiga kolom yang sederhana. Hanya satu orang wartawan yang bekerja di detik.com saat itu.

Dari tahun ke tahun, detik.com mengalami perkembangan, baik platform, konten dan program-programnya. Bahkan di tahun 2015 versi mobile nya sudah sangat friendy gadget. Detik.com juga membuka partisipasi jurnalis warga melalui “Pasang Mata” yang merupakan User Generated Content jadi, berita-berita yang tak terjangkau oleh jurnalis, bisa dituangkan oleh masyarakat umum melalui “Pasang Mata” yang dapat diunggah di smartphone.

Uniknya, manfaat dari User Generated Content ini, masyarakat dapat berpartisipasi melakukan laporan kejadian penting dan kondisi lingkungan yang perlu diberbaiki. Laporan ini berdampak pada perubahan menjadi lebih baik karena langsung ditanggapi oleh pihak yang berkepentingan.

Detik.com juga pernah menjalankan fitur detikshop  di tahun 2008 sebelum booming toko-toko online. Namun hanya bertahan satu tahun. Menyadari konsentrasi bisnisnya adalah media, maka detik.com fokus pada media platform news hingga kini.

Tantangan masa kini untuk detik.com adalah Platform Teknologi berupa Facebook, Google, Messenger, Agregator berita dan Browser yang kian massif menjadi trend bagi masyarakat Indonesia. Selain itu berita Hoax yang selalu bertambah dan menjamur susah dikendalikan. Tantangan bagi detik.com untuk bisa mengalahkan berita-berita hoax yang semakin bertebaran itu.

Jenius Rekening Tabungan yang bersahabat

Pak Irwan membuka sesi dengan pemutaran video kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat mobile, bahkan dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, tak pernah luput dari beraktivitas di smartphone. Entah itu baca berita, main games, ngobrol doi aplikasi chat dan masih banyak lagi. Melihat ini, Jenius dari Bank BTPN menjawab kebutuhan masyarakat untuk mempunyai rekening tabungan di bank dengan mudah.

Rekening Jenius menyasar semua kalangan masyarakat mulai tua, muda, usia produktif bahkan generasi millenial. Pembukaan rekening Jenius sangat mudah, cukup download Jenius Apps di play store atau App Store dan register.

Mendaftar rekening Jenius semua dokumen dilakukan dengan foto selfie yang langsung di-upload sehingga efisien dan tidak ribet. Ini millenial banget, semua dokumen diproses secara digital.

Jadi, yang perlu disiapkan untuk membuka Rekening Jenius ini adalah:

  • Download aplikasi Jenius di Play Store atau App Store di Android atau IOS
  • Siapkan KTP dan NPWP
  • Isi data formulir
  • Siapkan No Pin
  • Siapkan nama untuk Cashtag, bikin nama yang seunik mungkin dan mudah diingat.

Terus, apa saja kelebihan Rekening Jenius dibanding Rekening Bank lainnya? Ini dia:

  • Pendaftaran rekening bisa dari mana saja
  • Proses cepat
  • Customer Service bisa melalui tiga pilihan, yakni, Chat, email atau telepon. Nah ini dia, kalau saya lebih suka via chat jadi tak perlu buang pulsa dan tak harus menunggu sampai sambungan telepon diterima oleh petugas CS.
  • Ada Split Bill, membuat kenyamanan saat makan bareng teman atau saudara tapi ingin bayar masing-masing, maka melalui split bill bisa dibagi besaran yang harus dibayar masing-masing. Gak bikin canggung kan saat ingin bayar masing-masing?
  • Bisa kirim dan menerima uang dengan aman. Tanpa harus pergi ke jasa pengiriman uang atau ke ATM. Cukup dari smartphone saja.
  • Ada histori In and Out untuk mengecek uang masuk dan uang keluar.
  • Mudah dan banyak banget kan benefitnya? Dan tidak usah khawatir untuk masalah keamanannya karena Jenius juga terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Fitur Jenius yang fungsional

Senang sekali ikut acara detikXJeniusTalk2 ini, banyak manfaat yang didapat. Selain wawasan ada networking dan hal-hal menarik lainnya.


TAGS   jenius / btpn / detik / Jenius Apps / detikxJeniusTalk /