FIGHT NEVER ENDING

Santapan Unik Dari Perairan NTT dan Manado

5 Nov 2016 - 20:59 WIB

Mengunjungi Nusa Tenggara Timur tahun lalu merupakan hal tak terduga untuk saya, melalui jalan menulis saya bisa mengunjungi tempat indah Pulau Lembata, lebih kurang tiga per empat jam dengan pesawat kecil dari Kupang. Penduduknya yang ramah dan pemandangan indah dengan laut biru dan perbukitan hijau, membuat saya termanjakan.

Walau dalam rangka pekerjaan tapi saya menikmati perjalanan itu layaknya berlibur dan refreshing. Wisata kuliner jadi prioritas utama saya di sana. Saya tak ingin makan soto, bakso, sayur asem atau apa pun itu yang sering saya temui di Jakarta.

Ditemani Kak Bernadete, saya keliling Lembata dan mengunjungi Desa Kolipadan. Di sana tak banyak warung makan jadinya saya mencicipi makanan khas NTT saat dijamu penduduk ketika kunjungan. Wah, ini kebetulan sekali. Saya bisa ikut nengok dapurnya sekalian sambil lihat cara masaknya.

Penduduk Desa Kolipadan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan. Termasuk para perempuannya. Banyak yang berprofesi nelayan sampai tua. Bahkan ada seorang ibu yang bercerita pernah tenggelam saat melaut, padahal usianya sudah 60 tahun lebih. Kuat sekali ya?

Hidangan laut khas NTT yang saya cicipi, benar-benar unik dan jarang ada. Dimasak secara sederhana tapi lezat dan kaya nutrisi. Ini dia hasil buruan saya:

                                                                         Urap Rumput Laut

                                                                  Tumis Rumput Laut

Urap dan Tumis Rumput Laut; Terbuat dari rumput laut segar yang belum diolah. Rumput laut yang selama ini saya kenal hanya untuk agar-agar, di sini saya menyantap urap dan tumisnya memakai bumbu rempah. Karena rasanya sudah asin, rumput laut segar ini ketika memasaknya tak memerlukan garam atau penyedap rasa. Rasanya unik, kenyal, renyah, asin dan gurih.

Kandungan Gizi

Urap dan Tumis Rumput Laut ini mengandung Antioksidan, Vitamin C, Vitamin K, Kalsium, Yodium, Zat Besi dan Asam Lemak Omega 3 serta serat alami. Sangat menyehatkan tentunya.

Resep Tumis dan Urap Rumput Laut:

Bahan:

¼ Kg Rumput laut segar, 2 siung Bawang merah, 1 butir Bawang Putih, 1 buah Jeruk nipis, Lada putih dan Minyak sayur secukupnya.

Cara Membuat: Cuci bersih rumput laut lalu rendam dalam perasan jeruk nipis. Tumis bawang merah, bawang putih dengan sedikit minyak sayur, setelah layu, masukan rumput laut dan lada, masak selama tiga menit dalam api sedang. Setelah matang dapat disantap bersama nasi Jagung Titi dan Ikan Kembung Bakar.

*Untuk Urap, tinggal menambahkan parutan kelapa setengah tua yang ditumis bersama bahan lainnya. Bisa ditambahkan sambal cabe merah.

Di Desa Kolipadan, saya memerhatikan penduduknya tak banyak yang memasak ikan dengan memakai bumbu yang banyak seperti di Pulau Jawa. Mereka rata-rata hanya membubuhkan garam dan perasan jeruk nipis dibakar di perapian kayu.

                                                                     Ikan Kembung Bakar

                                                                      Kepiting Bakar

Alam NTT yang melimpah dengan keragaman pangan lautnya, saya takjub ketika ada seorang ibu yang mengangkat kepiting besar dari pinggir laut yang bersembunyi di balik batu. Dia hanya membubuhkan garam lalu memasukkan ke dalam bara api di perapian kayu. Hasilnya sangat gurih dan legit.

Untuk mendapatkan makanan khas laut yang menjadi hidangan istimewa bagi masyarakat Lembata, tak harus selalu memakai bumbu lengkap diulek atau diblender. Dimasak sederhana pun bisa langsung jadi dan lezat rasanya. Pola masak seperti ini, dilakukan mereka karena umumnya jauh ke pasar untuk membeli aneka bumbu, jadi mereka harus kreatif mengolahnya dengan bahan-bahan yang ada di sekitar rumahnya. 

Ini merupakan ketahanan pangan lokal yang diupayakan masyarakat NTT. Mereka selalu memanfaatkan potensi pangan yang ada.

Sedangkan kudapan unik dari Manado, saya sangat terpikat dengan Perkedel Nike. Ikan Nike ini sifatnya musiman, dalam sebulan hanya satu kali musim. Biasanya Ikan Nike hidup di pinggiran pantai. Ketika saya berkunjung ke Manado beberapa bulan lalu, sempat bertanya ke pengolah makanan di restoran yang saya kunjungi. Katanya Ikan Nike mudah ditangkap dalam jaring yang dibuat nelayan. Ikan Nike bergerombol dalam kelompok besar dan memudahkan para nelayan menangkapnya.

Ikan Nike biasanya dibuat aneka masakan, bisa pepes, tumisan dan salah satu yang saya cicipi langsung adalah Perkedel Nike. Unik, gurih dan bikin gak berhenti menyuap. Ikan-ikan kecil yang mengandung banyak protein dan kalsium. Ikan Nike ini masih keluarga Ikan Teri, jadi untuk gizinya gak jauh-jauh dari Ikan Teri, cuma Ikan Nike ini ukurannya lebih kecil.

Ikan Nike dipercaya masyarakat Sulawesi sebagai anak naga dan ketika musimnya tiba, dianggap pembawa berkah. Saat penangkapan Ikan Nike ini, masyarakat dan nelayan berbondong-bondong menangkapnya bersama-sama.

 

Ini bocoran resep Perkedel Nike dari koki sebuah rumah makan Masakan Manado:

Bahan:

  1.   ¼ Kg tepung terigu
  2.   ¾ Kg ikan Nike
  3.   ½ genggam dau mint atau kemangi
  4.   1 helai daun bawang
  5.   2 siung bawang putih
  6.   Merica bubuk
  7.   Garam
  8.   Penyedap rasa
  9.   Air

Cara Membuat:

  1.       Semua bahan dicampur dalam satu wadah
  2.       Geprek bawang putih, cincang daun mint dan daun bawang.
  3.       Setelah adonan tercampur rata, siapkan penggorengan dengan minyak banyak dan api sedang.
  4.       Goreng sampai kecoklatan lalu angkat dan tiriskan.

Perkedel Nike dapat disantap bersama Bubur Manado atau dimakan sebagai camilan. Kalau saya, dimakan langsung atau bersama santapan lain, pasti akan ludes dalam sekejap. Kerenyahannya itu bikin ngangeni. 

Mudah bukan? Semua masakan laut tersebut mempunyai gizi yang cukup walau diolah dengan cara sederhana. Menguatkan ketahanan pangan lokal dan memberi ciri khas yang membuat kita ingat dengan daerah asalnya. Menyantap makanan ini sangat memorable dan kreasinya unik, tak pernah terbayangkan. Urap Rumput Laut dan Perkedel Ikan Nike.

Kesimpulannya, untuk mendapatkan makanan enak, bukan seberapa istimewa bahan-bahan masakannya dan bukan seberapa mahal harganya. Melainkan seberapa kreatif mengkreasikan bahan-bahan yang ada menjadi masakan yang lezat dan terus diingat.

 


TAGS   Jelajah Gizi / Jelajah Gizi Minahasa / Sarihusada / Nutrisi Untuk Bangsa /