FIGHT NEVER ENDING

Resolusi Tak Harus Selalu di Akhir Tahun

13 Oct 2015 - 01:09 WIB

Biasanya menjelang akhir tahun dan menjemput tahun baru, sibuk melakukan resolusi, baik ditulis, direkam, direnungi atau dengan cara-caranya sendiri. Melakukan resolusi biasanya diawali mengumpulkan peristiwa lalu dalam memori lalu mengevaluasi dengan memilah, mana yang baik dan buruk. Ada keinginan untuk lebih baik dari masa lalu. Dan mencatat apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu ditambah dan apa yang perlu dikurangi. Ini upaya terbaik untuk menciptakan diri yang berkualitas ke depannya.

Semua poin bisa dicatat juga bisa direkam dalam ingatan. Setelah itu, dilakukan upaya untuk mencapai resolusi tersebut. Melakukan resolusi tentu harus jujur mengevaluasi diri. Mengakui kekurangan diri apa adanya dan tidak menutup mata akan kesalahan serta kekurangan diri. Karena “Kelemahan yang disadari adalah suatu kekuatan” mengapa demikian? Karena jika kita tahu apa kekurangan diri sendiri, bisa lebih mudah memperbaikinya dan lebih cepat terdeteksi untuk diketahui dan diperbaiki.

Bicara soal kelemahan diri yang ditutupi, bukan tidak mungkin akan berakibat merugikan diri sendiri. Karena dipupuk dan dipelihara terus sehingga menimbulkan kelemahan-kelemahan yang lainnya. Lebih parah lagi, jika seseorang melihat keberhasilan orang lain merasa susah melihat orang lain senang akan lebih rugi lagi. Karena hati, pikiran dan badannya capek. Sibuk memikirkan cara menjatuhkan orang lain, sibuk mencari-cari kelemahan orang lain dengan membandingkan ke dirinya pribadi. Merasa dirinya lebih pantas dan tidak terima jika orang lain yang mendapatkan apa yang menjadi ambisinya. Energi dan pikirannya habis dipakai buat memikirkan yang kurang penting dan bukan masalahnya. Rugi sekali kan?

Kalau saya, melakukan resolusi itu selalu dibarengi muhasabah yakni, mencatat semua poin kekurangan dan kesalahan saya. Banyak sekali, tak masalah. Yang penting sudah terdeteksi, itu bagus jadi saya bisa antisipasi mana saja yang perlu di repair bisa soal hati yang tidak bagus, karakter diri, sikap terhadap keluarga, tetangga dan teman-teman. Semua dievaluasi. Saya membuat list To Doterhadap hal urgent yang perlu diperbaiki atau ditambah. Terus membuat list Wish List sebagai target pencapaian yang diharapkan di tahun yang baru.

Yang terpenting dari resolusi adalah mengetahui kekurangan dan kelemahan secara jujur, menyusun upaya dan strategi untuk mengatasinya dan menjalankan upaya tersebut dengan disiplin. Dengan resolusi, kita bisa recharge diri sendiri dan become a new you to be better.

Jadi, ayo lakukan resolusi setiap saat jangan menunggu hanya menjelang akhir tahun saja, kelamaan! Mendingan tiga bulan sekali atau enam bulan sekali agar yang perlu di repair tak menumpuk. Dan diri kitanya akan menjadi semakin lebih baik setiap saat. Dengan resolusi juga bisa membantu detoks diri dari segala hal yang kurang baik.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1437 H


TAGS