FIGHT NEVER ENDING

Menjadi Pribadi Yang Hebat dengan Kemampuan Berkomunikasi

3 Jan 2015 - 23:13 WIB

The ART of Communication Karya Muchlis Anwar

The ART of Communication Karya Muchlis Anwar

Bab 1, penulis memberikan definisi komunikasi, yang berarti berbagi pengalaman antarmanusia sebagai makhluk sosial. Adapun beberapa definisi yang dibagikan dari pemikiran beberapa ahli komunikasi, seperti ungkapan David K.Berlo bahwa komunikasi adalah sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang, juga untuk mengetahui keberadaan diri dalam menciptakan keseimbangan dengan masyarakat.

Setiap orang, terlepas apa pun tujuannya dalam kehidupan, harus memperoleh tingkat minimum keterampilan berkomunikasi untuk pertahanan hidup. Pentingnya kemampuan komunikasi adalah agar pesan yang kita sampaikan dapat dimengerti dengan benar.

Diulas pula macam-macam komunikasi menurut golongannya, sebagai berikut :

1. Komunikasi menurut cara penyampaian

2. Komunikasi menurut perilaku

3. Komunikasi menurut ruang lingkup

4. Komunikasi menurut aliran informasi

5. Komunikasi menurut jaringan kerja

6. Komunikasi menurut peranan individu

7. Komunikasi menurut jumlah yang berkomunikasi

Bab 2, membahas pentingnya menjadi komunikator andal. Artinya, komunikator selain pandai mengolah dan menyampaikan kata, rasanya kurang lengkap jika belum menampilkan kualitas karakter yang dapat diambil inspirasinya bagi peserta. Kualitas karakter ini, bisa berupa karakter positif, wawasan, teknik komunikasi dan penampilan.

Karakter positif, artinya kehadirannya dapat membawa keceriaan. Mereka peduli dan menghormati setiap orang dengan tulus. Begitu pula untuk wawasan, seorang komunikator harus memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuannya dengan banyak membaca, melihat, mendengar dan bergaul. Dengan wawasan yang luas, komunikator tak akan kehabisan gaya atau mentok saat menyampaikan materi. Informasi yang tersebar melalui internet tak semua bisa dijadikan acuan, komunikator pun harus pandai-pandai memnyaring berita yang benar dan terverifikasi. Agar keakuratan referensi yang disampaikan dalam materi nya tidak menyesatkan.

Adapun teknik komunikasi yang dibagikan penulis, sebagai berikut :

a. Tahu apa yang akan disampaikan

b. Tahu bagaimana cara menyampaikannya ; Diperlukan sikap respect, emphaty, audible, clarify, humble dan pendekatan karakter.

c. Tahu kepada siapa menyampaikan

Penampilan pun berperan penting dalam memberikan kenyamanan peserta. Bukan berarti penampilan dengan busana mahal atau tak terjangkau. Tapi lebih kepada rapi, bersih dan menarik. Dengan penampilan yang sesuai, tidak salah kostum, komunikasi pun akan berjalan baik dan peserta akan merasa dihargai.

Dalam Bab 3, dibahas lebih dalam terkait kreativitas dalam menyampaikan informasi, agar tak membosankan dan materi dapat diserap dengan mudah karena pembawaan yang menarik dan tidak kaku. Tips dari penulis yang dapat diterapkan diantaranya :

Menyampaikan dengan gaya bercerita (story telling), analogi dan terminologi.

Bab 4, Penulis memberikan dorongan rasa percaya diri untuk para komunikator, kepercayaan diri sangat berpengaruh dalam memberikan keyakinan pada peserta. Sekalipun komunikator tersebut seorang yang pendiam, tak harus memaksakan menjadi bukan dirinya, penulis memberi solusi dengan tips cara menampilkan pribadi yang dinamis. Cara berikut ini, dapat dicoba :

- Tunjukan ekspresi wajah yang lentur

- Bicara dengan optimisme

- Bergerak dengan bertindak dengan penuh arti

- Genggam erat saat berjabat tangan

Bab 5, Pada Bab ini, penulis mengajak komunikator untuk memperluas persepsi. Karena persepsi sangat erat kaitannya dengan komunikasi. Dengan persepsi yang luas akan berupaya untuk melihat atau menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang. Bisa melihat sesuatu dengan objektif.

Selanjutnya, pada Bab 6, 7 dan 8, melengkapi kesempurnaan komunikator agar tak hanya menjadi penyampai informasi semata, lebih dari itu, bahwa menjadi komunikator juga sebaiknya mampu menjadi inspirator, mempunyai kepribadian dan karismatik serta menjadi komunikator plus. Artinya, seorang komunikator juga mempunyai andil dalam mengubah perilaku dan sikap peserta. Karena seorang komunikator tentu saja menjadi penyampai informasi di garda depan dan informasi yang disampaikan akan diterimanya, dicerna dan dianalisa oleh peserta. Oleh sebab itu, komunikator yang berkepribadian dan mempunyai kharisma.

Dalam bahasan Bab tersebut, disebutkan juga bahwa jika seseorang hanya mengandalkan pencitraan, apa yang dikatakannya akan mudah gugur dan mati gaya. Karena itu hanya polesan. Lain hal nya jika komunikator membangun karakter dengan baik dan meningkatkan kemampuan serta wawasannya. Apa yang disampaikan akan menguatkan maksud dan maknanya.Tidak mudah gugur saat banyak dipertanyakan banyak orang ketika presentasi.

Bab 9, bab terakhir, membahas tema utama buku ini, yakni Public Speaking di bahasan ini lebih teknis tentang cara bagaimana berbicara di depan umum dengan santai tapi tak terkesan main-main. Berikut tips dari penulis tentang Public Speaking ini :

A. Metode mengatasi kegelisahan

B. Mengorganisir pembicaraan atau pidato

C. Keajaiban intonasi

D. Dahsyatnya bahasa tubuh

Empat poin di atas tentunya dibahas dengan lengkap berikut tips dan penjabarannya, untuk selebihnya bisa dibeli bukunya. Sudah ada di Toko Buku Gramedia dan kalau mau mudah bisa inbox penulisnya di akun facebook Mas Muchlis Anwar.

Review

Sebelum membuka segel buku ini, saya punya dugaan bahwa buku ini hanya akan mengulas tentang teori dan teknis public speaking saja. Tetapi, ketika membuka bab demi bab, saya malah mendapatkan banyak hal tak terduga, selain membahas teknis public speaking dibahas juga tentang bagaimana memperkaya diri dengan menumbuhkan karakter yang baik, memperkaya wawasan, empathy terhadap orang lain dan memperluas persepsi.

Kaitan dengan penyampaian informasi disampaikan penulis bahwa karakter yang baik serta wawasan luas akan memberikan nilai tambah yang dapat diteladani oleh audiens. Komunikator andal bukan penyampai informasi semata, lebih dari itu, ada hal-hal yang harus dilakukan dan dipelajari agar penyampaian informasi dapat sampai dengan maksimal dan mudah diterima peserta atau audiens.

Banyaknya pesan moral yang terkandung dalam buku ini, membuat pembacanya jadi kaya wawasan, baik wawasan public speaking maupun pengembangan diri.

Judul Buku : The Art of Communication

Penulis : Muchlis Anwar

Penerbit : Penerbit Bestari


TAGS   Muchlis Anwar / The Art of Communication /