FIGHT NEVER ENDING

Menulis Blog Dengan Hati

27 Oct 2014 - 17:09 WIB

9231c86907c23f336bfae3a33b157dd7_sosmed

Masih segar ingatan saya hari itu, 07 -07-2008 - Masih jam kerja, di kantor iseng buka platform blogdetik, daripada nganggur setelah menuntaskan pekerjaan, saya mencoba membuat blog gratisan dan mengisinya dengan “curhat” seperti balita yang baru mengetahui sesuatu tentang benda baru yang ada di hadapannya, begitulah ekspresi saya saat melihat tulisan tayang di agregator blogdetik. Hati berbunga saat ada yang memberikan komentar tulisan perdana saya, langsung blog walking kepada para komentator yang telah meninggalkan jejak di postingan yang menurut saya “Kurang bermutu” karena hanya curhat semata tanpa sisipan pesan moral, maklum tulisan perdana dan niatnya “coba-coba”

Saat itu, saya hampir setiap hari update dan semakin banyak yang berkomentar semakin semangat menambah konten, saya berjuang keras ingin memperbaiki isi tulisan agar lebih berbobot, dari email komentator yang tertera di dashboard , saya add semuanya, jadilah kami berteman dan saling berbagi cerita, ilmu dan pengalaman via Yahoo Messenger Chatting (YM), saat itu sosial media Facebook dan Twitter belum booming seperti sekarang. Kami memanfaatkan YM sebaik mungkin, untuk membahas issue hangat apa yang mau dinaikkan di blog masing-masing. Ada saling request, misalnya resep masakan, tutorial mempercantik blog, cara menulis naskah buku dan lain-lain, intinya saling berbagi dengan para blogger yang punya keahlian masing-masing.

Kami pun melakukan blog walking bukan sekadar basa basi atau karena ada maunya seperti era sekarang, era sekarang blog walking kebanyakan dijadikan ajang upaya menaikkan traffic semata, tak jarang yang berkomentar tidak nyambung dengan konten artikel, ketahuan tidak dibaca dulu. Atau ada yang sengaja menaruh link hidup dalam kolom komentar, tentu saja cara seperti ini tidak disarankan. Sama saja dengan memberi spam. Semangat blog walking dulu benar-benar bernyawa, artikel teman yang satu dengan yang lainnya sering menjadi bahan diskusi asyik di kolom komentar, untuk benturan pasti ada, bahkan cuma gara-gara patah hati bisa menghapus blog nya, biasanya teman-temannya akan langsung menyemangati kembali untuk tidak tutup akun. Berita satu teman yang tutup akun seolah menjadi headline dalam millis kami saat itu.

Walau tempat kami berjauhan dan berlainan pulau, kami sudah saling percaya, bahkan mengadakan arisan online dan kami sering bertukar cendera mata, makanan khas dan lain-lain. Walau tak pergi ke daerahnya tapi merasakan apa yang ada di sana. Begitu pula saat ada teman yang tinggal di suatu negara di luar negeri, seperti Australia, Jepang, Jerman dan lain-lain, selain bisa intip cerita di blognya, saya sering banyak bertanya via komentar juga dan dibalas langsung, sangat hidup interaksinya.

Jika ada teman yang blog nya sudah dipenuhi sarang laba-laba, kami langsung memberinya PR, ya dulu ada sitem saling memberikan PR antar blogger dengan tema tertentu, link blog si pemberi dan penerima PR biasanya dicantumkan dalam artikelnya, ini merupakan upaya saling memberi backlink yang sehat menurut saya. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dengan saling memberi PR ini, blognya update mendapat backlink pula.

Tak hanya hura-hura, kami susah senang bersama, jika ada yang sakit atau keluarganya meninggal dunia, kami pun patungan memberi uang duka, ada yang melahirkan, kami saling memberi hadiah dan ketika ada bencana di suatu tempat, kami pun saling berembuk memberi bantuan, sedikit-sedikit menjadi bukit. Biasanya blogger yang ada di daerah bencana yang bertugas menyalurkan disertai pengambilan dokumentasi sebagai bukti donasi telah disampaikan.

Tulisan blog ada yang membuat seseorang berubah karakternya menjadi positif, misalnya yang tadinya playboy, berpikir dua kali untuk mengulangi sifat itu setelah membaca artikel bertema kesetiaan atau kasih sayang, yang pendiam menjadi pandai bergaul secara bertahap karena support sesama blogger ketika kopdar dan ketika membaca tulisan blogger lain tentang networking. Ada yang jadi pandai memasak karena selalu blog walking ke blog kuliner yang selalu update. Bahkan ada yang melanjutkan kuliah lagi karena membaca artikel teman yang menginspirasinya. Banyak lagi hal yang bisa terpengaruh oleh tulisan blogger. Terutama hal positif. Terpenting lagi adalah bisa banyak teman walau tak ke mana-mana.

Melihat dinamika kegiatan blogging diatas, yang pernah saya alami enam tahun ke belakang, menunjukkan bahwa membangun blog yang berciri khas, punya nyawa dan bermanfaat untuk orang banyak, tak terukur oleh seberapa banyak masuk headline, traffic, pageviews, pagerank atau alexa rank hanya dengan tulisan yang menyentuh hati pembaca, dengan mengisi konten bermanfaat yang dekat dengan kehidupan pembaca, akan menarik hati pembaca untuk selalu datang. Dengan memberikan informasi bermanfaat seputar hal sederhana seperti resep masakan, opini terhadap sesuatu yang sering menjadi keluhan banyak orang dan lain sebagainya. Hanya di-share melalui YM sangat konvensional tetapi punya pengunjung loyal.

Seperti yang dikatakan Bapak Blogger Indonesia, Enda Nasution di acara Kumpul Blogger bersama idBlognetwork (25/10)Esensi menulis blog adalah Sharing, Networking dan Ekspresi” dan ini sudah saya jalankan sesuai cerita masa lalu ngeblog saya di atas. Dengan berbagi segala hal yang bermanfaat untuk pembaca, jika punya pengetahuan agama sekalipun, bisa menulis dengan gaya Mamah Dedeh tak perlu takut di bully namanya juga menebar kebaikan, kok takut? Atau ketika punya keahlian bidang tertentu, seperti menulis buku, kesehatan, arsitektur, tata boga, hukum, cerpen untuk hiburan dan lain-lain jangan segan untuk berbagi. Jangan takut oleh benteng-benteng yang dalam tanda kutip “Senior” atau “master” atau takut dijegal oleh yang merasa TOP! Jika punya pengalaman dan ilmu bermanfaat dan dapat dipertanggung jawabkan jangan ragu sampaikan. Tidak perlu takut dengan yang sudah merasa lebih berpengalaman atau lebih ahli karena setiap orang punya ciri khas dan punya nilai plus.

Jalin hubungan baik dengan sesama blogger, jangan menyapa saat “ada maunya” saja, siapa tahu teman blogger yang sering disapa di sosial media bisa memberi banyak peluang, bukan itu saja, dengan banyak silaturahim kita pun akan memperoleh doa yang baik-baik dan mendapat keberkahan. Dengan saling mengenal akan memberi banyak manfaat dan makna.

Apapun tujuan menulis blog, sebaiknya tetap menjadi diri sendiri karena blogger berkarakter lahir dari orisinalitas dan bisa menerima diri sendiri apa adanya. Dengan menjadi diri sendiri, akan melahirkan karya-karya yang punya ciri khas dan tak terbeli. Tak ada aturan mengikat untuk Blogger, satu-satunya aturan untuk blogger adalah “Etika” . Mba Ainun Chomsun, pendiri Akademi Berbagi mengatakan bahwa blog adalah ranah umum jadi harus hati-hati juga ketika mengisi konten, jangan sampai membuat tidak nyaman pembaca atau malah mengundang kasus hukum karena dianggap perbuatan tidak menyenangkan suatu pihak.

Untuk mengoptimalisasikan blog era kini sangat mudah, banyak workshop gratisan, gathering yang berisi talkshow bermanfaat, munculnya kelas-kelas online dan menjamurnya komunitas blogger, beda dengan enam tahun lalu yang sebatas interaksi dunia maya.

Jika dari blog bisa mendatangkan materi, tidak masalah menurut saya, asal konten personal tidak dilupakan, karena tak ada orang yang rela menolak rezeki jika datang menghampiri ‘kan? Jika ada job penulisan di blog tidak salah untuk diterima, dengan catatan imbangi dengan konten orisinal kita. Ini adalah bonus bukan esensi. Jadi kembali lagi ke “Menulis blog dengan hati.”

Pada moment Hari Blogger Nasional ini, saya ucapkan selamat hari Blogger semoga terus memberikan inspirasi tanpa batas dalam blog masing-masing.


TAGS   Hari Blogger Nasional /