Masa Tua, siapa bilang pudar?

Semangat, gairah dan penjemput asa sering di identikkan dengan masa muda dan generasi muda, betul sekali memang generasi muda harus punya passion yang kuat untuk menghimpun energi dan karya yang akan bermunculan serta berkembang di masa kini dan masa datang, dan akan menjadi tumpuan harapan semuanya.

Bagaimana dengan yang sudah tua? banyak yang identikkan yang tua katanya sudah pudar asa nya, sudah tak patut ikut-ikutan beraktifitas yang penuh gairah dan dinamis, juga katanya masa tua adalah masa istirahat, duduk manis dan ngemong anak cucu saja di rumah.

Siapa bilang???? Siapa bilang harus demikian??? Oh tidak bisa……begitu, masa tua memang saatnya ngemong anak cucu, tapi tak selalu harusdengan cara duduk manis dan dalam diam, masa tua takmembatasi aktifitas apapun selagi kemampuannya masih available dan kondisi masih memungkinkan, kenapa tidak? apalagi jika akan bermanfaat bagi orang di sekelilingnya untuk aktifitas yang dikerjakannya itu.

Masa tua adalah masa penuh harapan juga, masa yang penuh isi, karena bahagia telah menjalani masa kanak-kanak, remaja dan dewasa, masa yang penuh perbekalan yang siap dibagikan pada generasi berikutnya, masa yang baru, yang akan dijalaninya, ketika telah menjalani lengser keprabon bukan berarti terhenti semua aktifitas, bedanya, kaum tua lebih cenderung memberi bimbingan dan contoh, tidak terlibat langsung atau menjadi pelaku dan pemimpin secara langsung, lebih dari itu.

Lebih dari sekedar pelaku dan pemimpin, karena masa tua telah mengenyam pengalaman hidup yang banyak, dan setidaknya tahu mana yang baik dan yang benar, walau kedewasaan seseorang tak terpatok pada ukuran usia namun tak dipungkiri, sosok di masa tua selalu memberi tahu sesuatu berdasarkan pengalaman dan realita, jadi 98% selalu benar, saat tua sudah saatnya mengevaluasi hasil perjalanannya dahulu untuk dibagikan dan diberikan kepada generasi berikutnya.

Dan masa tua tak menghalanginya untuk tetap update ilmu bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang disekitarnya.

Contoh sosok-sosok semangat di masa tua :

23122011003

Bunda Yati Rachmat, Blogger

Bunda Yati adalah seorang Blogger berusia 72 tahun, senyum dan bahasa tubuhnya tak redup dan tak lemah seperti kebanyakan seusianya, beliau rajin update di blognya yang berisi berbagai artikel, cerpen, puisi dan hebatnya lagi ada blog tutorial Bahasa Inggris, jadi semangat berbagi lewat tulisan, sangat begitu bergairah, tak hanya itu, di dunia nyata pun beliau aktif mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak dilingkungan sekitarnya, dan free of charge.

Tujuan Bunda Yati, hanya ingin menghabiskan dan mengisi sisa waktu dengan sesuatu yang bermanfaat dan dapat dibagi kepada orang banyak, dan dengan nge-blog, beliau merasa awet muda, karena segala pikiran, unek-unek dan apa yang menjadi ganjalan selalu dituangkan dalam tulisannya di blog, menurut Bunda yang masih rajin ikut kopdar ini, nge-blog bisa jadi sarana pemulihan juga pengurai racun stress.Mantap ya :)

Yang ingin tahu blognya Bunda yati ini dia http://goodcrab-personal.blogspot.com dan yang Tutorial http://yaticancerina.wordpress.com

Ibu Nisa, Penjual Bubur Kacang Hijau keliling

Ibu Nisa berjualan Bubur Kacang hijau sejak Tahun 1974 bersama suaminya, dahulu berjualan tidak berkeliling, ada lapak di sekolahan sebuah SD di Kota Pamulang Tangerang katanya sembari tersenyum ceria, namun sejak suaminya meninggal di Tahun 2000, kini yang berjualan hanya Ibu Nisa sendiri, untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak semata wayangnya.

Ibu Nisa setiap hari berkeliling di satu Kecamatan Pamulang, untuk menjajakan Bubur kacang hijaunya yang legit dan mengenyangkan juga murah meriah, masih harga 2000 Rp, saya termasuk langganan setia Buburnya Ibu Nisa ini.

Menurut Ibu Nisa, anaknya sudah menyuruhnya istirahat dirumah, agar tak berjualan keliling lagi, mendorong-dorong roda dengan tangannya yang sudah renta, tapi Ibu Nisa tetap bandel karena katanya jika tidak gerak malahan bikin sakit dan bosan, dengan berjualan keliling hatinya merasa bahagia karena bertemu banyak orang dan selalu tersenyum karena banyak yang menyapa dan yang lebih utama, adalah punya penghasilan. Ibu Nisa adalah ibu super dan energik, tak pernah mengeluh dan tak pernah berharap belas kasihan.

Bapak K.Usman,  Penulis Buku

Saya bertemu beliau di acara workshop nulisbuku.com di Adityawarman Blok M Jakarta, sekalian acara peluncuran buku terbaru karya Bapak A.Kusman ini, beliau sudah meluncurkan buku puluhan, dan sampai sekarang masih terima order membuat cerpen di sebuah majalah remaja ternama, sosoknya begitu bersahaja namun tidak kaku, jika ditanya umur, saya baru juga 72 Tahun, bukan sudah 72 Tahun, jika ditanya sudah berapa buku yang dibuat, jawabnya baru puluhan buku bukan sudah puluhan, berarti semangatnya pantang pudar atau api semangatnya selalu tersuplai dengan sempurna, begitu banyak cadangan untuk memperkuat energi semangat di masa senja nya untuk tetap berkarya.

Sempat saya bertanya, “Bapak suka bikin cerpen di majalah remaja ya, bagaimana cara update masa kini yang mungkin beda dengan masa remaja bapak dulu?”

Jawabannya benar-benar mantap “Saya selalu menjadi sahabat anak-cucu saya, jadi saya tahu kehidupan remaja dan anak muda sekarang.”

Buku yang saya pegang itu adalah buku tertebal yang ditulis Pak K.Usman, setebal hampir 200 halaman, isinya terinspirasi perjalanan hidupnya sebagai jurnalis di masa muda nya. Bisa diintip disini bukunya

Pak usman, seorang Bapak dan Kakek yang penuh dukungan cinta dari keluarganya, selalu siap berkarya dalam keadaan apapun, dan tak pernah merasa sudah tua jiwanya, dengan hasil karyanya, Pak Usman tetaplah Pak Usman muda yang sarat karya nyata.

Kalau Foto ini, saya ambil curi-curi saat acara workshop bersama salahsatu media ternama, di Jakarta, bertempat di FX Senayan, saat workshop berlangsung, Bapak ini terlihat menyimak materi yang disampaikan tentang dunia Blogging dan Internet, yang lain serius berkutat dengan laptop dan ipad, bapak ini sibuk menulis di kertas dengan tulisan tangan tegak bersambung, saya sampai ngintip-ngintip dari kursi belakang, sayang tak sempat berkenalan karena penuh dan sibuk melahap materi.

Bapak ini, terlihat semangat ingin belajar dengan menyerap materi yang disampaikan, dirangkum dalam tulisannya yang sederhana, namun mencerminkan kekuatan hati dan tekadnya bahwa belia mampu mengimbangi anak muda, mengimbangi jaman serba canggih untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi, walau usia sudah senja dan dengan perlengkapan a la kadarnya, dari pemandangan si bapak ini menulis dan menyimak materi, sungguh tertangkap inspirasi yang tak pernah habis, inspirasi bahwa kemauan, tekad dan aksi nyata dalam usaha meraih apa yang diinginkan akan berjalan dan terealisasi jika kita tekun dan yakin.

Dari wajah-wajah sosok diatas, sungguh mendorong saya untuk lebih bisa membuat karya nyata yang lebih baik dan lebih bermanfaat secara kualitas maupun kuantitas, ayo teman-teman, kita buat karya nyata sebaik dan senyata oma opa kita diatas, baik karya maupun contoh semangat dan inspirasi pemikirannya yang patut kita ambil.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

14 Responses to “Masa Tua, siapa bilang pudar?”

  1. Mabruri says on :

    wah wah wa,, subhanallah, luar biasa.
    ini yang bisa dijadikan contoh untuk yg muda-muda, dan saya jadi merasa maluuuu sama mereka, bila tidak bisa berbuat apa2 selagi masih muda.

    [Reply]

  2. gardino says on :

    Wah saya pengen banget kayak gitu. Makin bertambah usia makin bertambah keinginan tambah ilmu.

    [Reply]

  3. latree says on :

    yuhuuu… ini postingan menyemangati sekali…
    prinsipku juga gitu Teh, tua bukan alasan untuk jadi lesu. kalau bisa kaya jins itu lho, makin belel malah makin keren :D

    [Reply]

  4. nia/mama ina says on :

    bener2 salut sm mereka…biasanya yang aktif seperti ini jauh dr penyakit yachh…dan kelihatan jauuh lebih muda dari umurnya…mudah2an nanti kalo aku udah tua bisa seperti mrk juga…..

    [Reply]

  5. julie says on :

    ada satu lagi lho
    Pakdhe Cholik yang semangatnya telah menginspirasi banyak blogger utk terus menulis
    keren-keren semua yaaa

    [Reply]

  6. marthauli says on :

    Seperti kata pepatah, Makin tua makin bersantan :)

    [Reply]

  7. mechta says on :

    Setuju mbak…mereka adalah beberapa diantara sedikit yg tetap semangat di usia senja… semangat yg patut kita teladani, ya..

    [Reply]

  8. erryandriyati says on :

    Hebat ya mba…
    sudah berumur tapi masih tetap semangat…
    *jadi malu sendiri*

    [Reply]

  9. teni says on :

    Luar biasa,membuat saya lebih bersemangat

    [Reply]

  10. Orin says on :

    Duh…jadi malu hati gini aku Teh *ngumpet*

    [Reply]

  11. Monda says on :

    mudah2an. bisa menyamai prestasi mereka, sehat Dan masih terus berkarya

    [Reply]

  12. cow says on :

    Awal mengenal bunda Yati, saya sebenarnya nggak yakin dengan usianya tapi waktu melihat profil na tulisan beliau saya baru percaya.

    Salut buat orang semua orang berusia tua yang tetap belajar segala perubahan dan perkembangan jaman dengan pemikiran bijak yang sesuai umur mereka

    [Reply]

  13. Lidya says on :

    bunda yati keren walaupun umurnya banyak tapi semangat menulisnya tidak kalah dengan yang muda2

    [Reply]

  14. bintangtimur says on :

    Inspiratif mbak, smoga saja kita juga bisa menikmati masa tua yang sehat dan bahagia seperti mereka.
    Amin.

    [Reply]

Leave a Reply