Masyarakat Perbatasan tonggak pertahanan utama

Pada Tanggal 15 Oktober 2011 kemarin, saya menghadiri acara tapping untuk talkshow BigBaz untuk tayangan Tanggal 18 Oktober 2011 jam 21.00 di KompasTV. Bertempat di Belezza Shopping Arcade Permata Hijau Jakarta, acara yang sangat menarik dan memuncuklan diskusi yang hidup.

Dalam acara ini menghadirkan Narasumber yang kompeten dengan tema Pencaplokan wilayah perbatasan, hasil diskusi ini ada di kompasiana saya, boleh diintip ya.

Disini saya ingin membahas pada persoalan masyarakatnya, saya beropini bahwa masyarakat di wilayah perbatasan berhak dan harus mendapatkan fasilitas yang layak dan punya kesejahteraan yang lebih baik, selama ini program pemerintah hanya tertunda, rencana dan anggaran sudah siap namun realisasi untuk melaksanakannya selalu tertunda malah terabaikan.

Ketika masalah ini muncul, selalunya semua seolah terbangun dari tidur, padahal sudah dikasih pelajaran dari kasus Sipadan dan Ligitan yang akhirnya jatuh ke tangan Malaysia, kini kasus Camar Bulan dan Tanjung Datuk di kecamatan Sambas Kalimantan, menjadi sengketa kembali, diduga Malaysia telah mencuri beberapa bidang tanah serta sumber daya alam yang ada disitu, semua media memberitakan hal ini dengan emosional, memancing masyarakat Indonesia untuk demo dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas tanpa mengetahui fakta sebenarnya.

Padahal sengketa wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datuk ini, masih dalam proses perbincangan kedua belah pihak negara, masih bisa diselesaikan, menurut Mentri Pertahanan RI Bapak Purnomo yang hadir dalam acara diskusi tersebut, masalah ini belum sampai ke pencaplokan, ini pun akibat kelalaian bangsa kita juga, bahkan menurut pengamat hubungan Indonesia-Malaysia, Pak Karim, katanya media disana tak seramai disini pemberitaan hal seperti ini, sehingga tak mengganggu proses apapun yang sedang dijalani, dan Pak Karim percaya, bahwa kedua belah pihak negara dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik dan melalui jalur diplomasi.

Selain pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan dijaga oleh sistem militer dan mendirikan tapal batas, menurut saya membangkitkan rasa nasionalisme penduduk di perbatasan pun perlu ditingkatkan, untuk meningkatkan rasa nasionalisme ini, perlu juga perhatian terhadap kesejahteraan pendidikan dan ekonomi masyarakatnya serta disegerakan pembangunan secara mental dan fisik diwilayah itu.

Karena menurut Marcella Zalianty (produser film tapal batas) sebelum membuat film ini, melakukan survey ke wilayah perbatasan, ternyata banyak masyarakat yang sangat nasionalis juga tak terbersit untuk jadi warga Malaysia walau kemudahan didapat dari sana daripada dari Bangsa sendiri, ini tandanya mereka cinta bertepuk sebelah tangan kata Pak TB Hassanudin, bagaimana tidak? mereka sudah mati-matian menjaga wilayah NKRI dan mempertahankan kebangsaannya tetapi tak diperhatikan oleh pemerintah, baik pendidikan, sarana umum serta kesejahteraan ekonominya.

Namanya masyarakat perbatasan, mungkin banyak yang belum mengenyam pendidikan layak, bukan hal yang mengherankan jika banyak pula masyarakat perbatasan yang tak peduli dengan rasa nasionalisme, yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidup, sebab yang namanya perut tidak bisa di kompromi, jika negeri tetangga sukarela memberi kebutuhan dan fasilitas kemudahan lainnya, langsung diterima, makanya untuk program pemerintah yang sudah berencana melakukan pembangunan fisik maupun mental diwilayah perbatasan, segera laksanakan, karena hal ini essensial.

Saya sangat setuju dengan program pemerintah yang dipaparkan Bapak TB Hassanudin untuk menjadikan wilayah perbatasan sebagai Beranda negara kita, bukan lagi sebagai halaman belakang yang kurang diperhatikan bahkan terkesan tempat pembuangan.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

15 Responses to “Masyarakat Perbatasan tonggak pertahanan utama”

  1. marsudiyanto says on :

    Kapan ya, perbatasan itu bener2 jadi beranda?

  2. Ejawantah's Blog says on :

    Seandainya saja disetiap dareah perbatasan negara kita dapat dibangun ekonomi kemasyarakatannya yang bagus dengan mengoptimalkan SDM setempat maka kita akan lebih memiliki kontrol pertahanan yang luar biasa.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  3. Lidya says on :

    sayang sekali ya pendidikan tidak merata

  4. bintangtimur says on :

    Salah satu keinginan terbesar saya adalah bisa mengunjungi wilayah perbatasan negara kita, dan berbuat sesuatu untuk masyarakat yang tinggal disana…
    *bisa nggak ya*
    ;)

  5. trisnoaji says on :

    aku juga pengin sekali tuh berkunjung ke perbatasan, kapan yuk..

  6. dila says on :

    Backpackeran ke sana yukkkk ^^

  7. oding says on :

    kayaknya bagus tuh film tapal batas

  8. catatan kecilku says on :

    Sayang ya selama ini daerah perbatasan kurang mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk masalah keamanan, pendidikan, kesejahteraan dll.
    Kalau sudah begini…. tinggal kita yg gigit jari deh :(

  9. Erfano Nalakiano says on :

    aku sudah dua kali ke Kalimantan Barat teh, dan dekat2 perbatasan…. masing2 masyarakat di perbatasan sih gak gontok2an. Rukun. Tapi pemerintahan yg cari gara-gara….
    Pemerintah kita juga gak perhatian jadi kesenjangan sosial terlihat sekali….

    Salam, Seru Jadi Guru :D

  10. melly says on :

    Semoga masalah2 kek gini cepet kelar yah teh, kasian saudara2 yg ada di perbatasan. gak di perhatiin.

  11. Beny Kadir says on :

    Salam kenal, Mba.
    Menarik ulasan tentang kondisi di perbatasan. Pemerintah hendaknya serius memperhatikan masyarakat perbatasan.
    Bila masyarakatnya sejahtera maka rasa nasionalismenya tumbuh dgn sendirinya.

  12. nchie says on :

    aku tinggalnya di perbatasan Teh..
    Perbatasan kotamadya dan kabupaten hiks..
    Terhalang jalan tol doank..

    Berarti aku harus di perhatikan ya Teh,tinggal di perbatasan bho,,

  13. oding says on :

    belum ada update lagi nih :)

  14. monda says on :

    memang pastilah perlu biaya tak sedikit untuk membangun perbatasan yang luar biasa luasnya itu,
    tapi kalau tak dari sekarang kapan lagi ya

    dan media kita suka udah pada rame duluan sih … he.he…

  15. niccaniez says on :

    menarik sekali topik tentang perbatasan. semoga pemerintah lebih memperhatikan tantang hal ini.

Leave a Reply