Komunikasi Menunjang Quality Time Keluarga
Kenikmatan dan kepuasan seorang ibu adalah ketika anak merasa nyaman dan selalu ingin cepat berada dirumah setelah melakukan aktivitas sekolah maupun kegiatan tambahan lainnya, seperti mengaji dan ekskul.
Karena dari rumah, saya selalu berusaha membuat kenyamanan mulai dari memasak sendiri menu makanan sehari hari, membersihkan dan menata rumah dengan tata ruang yang hangat dan dipadu padan dengan motif interior warna pastel yang ceria, sehingga Sekar anak saya merasa berada di wonderland.
Semua hampir di lakukan sendiri walaupun saya seorang ibu bekerja full time di kantor yang agak jauh dari rumah, karena Sekar sudah agak besar, maka saya tidak lagi memakai jasa pembantu, selain sedikit menghemat pengeluaran, juga tidak ingin kedekatan emosi dan bathin saya dengan anak diambil alih orang lain.
Kebetulan adik sepupu saya ingin meneruskan kuliah di sebuah universitas dekat tempat tinggal saya, jadi Sekar bisa ada teman ketika saya bekerja.
Kebersamaan bersama Sekar dengan waktu yang sedikit, Senin sampai Jumat kita hanya bertemu pagi dan malam hari, membuat saya harus pandai mengatur agar dalam waktu yang singkat, kebersamaan kami tetap berkualitas, biasanya saya memanfaatkan waktu tersebut, ketika bangun pagi usai sholat subuh, saya langsung membersihkan rumah dan seisinya, lalu membuatkan sarapan untuk Sekar dan sepupu saya, setelah itu menyiapkan menu bahan makanan yang sudah siap olah beserta bumbunya, jadi untuk makan siang dan sore, adik sepupu saya tinggal memasak bahan yang sudah saya siapkan sesuai petunjuk dari saya.
Kebersamaan dipagi hari bersama Sekar juga sepupu yang tinggal bersama, sebelum berangkat ke kantor, kami berbincang tentang apa saja disela sarapan, dari mulai masalah pelajaran, kisah dengan teman temannya sampai rencana akhir pekan dibicarakan.
Saat dikantor pun saya selalu memantau keberadaan dan aktivitas anak melalui komunikasi yang tepat, pada jam dia pulang sekolah, jam ngaji dan bermain dirumah, untungnya Sekar termasuk anak rumahan, dia senangnya kalau sedang tidak ada kegiatan diluar rumah, mengerjakan PR, nonton tv dan mewarnai gambar.
Hal tersebut sangat membantu saya yang harus berpacu dengan waktu, saat harus memanage waktu yang singkat dirumah untuk mengerjakan segala hal yang quality time, saat sore hari saya pulang kerja, setelah istirahat sejenak, saya memeriksa PR Sekar, setelah itu menemaninya belajar, selesai belajar kami berbincang atau sekedar nonton tv sesaat atau main game bersama bahkan mewarnai gambar bersama.
Jam 9.30 Sekar harus tidur, sebagai pengantar tidur, selain doa mau tidur juga sebuah dongeng yang saya buat sendiri atau nyontek dari buku dan majalah, walau Sekar sudah besar, ia masih senang dibacain dongeng sebelum tidur dan protes kalau absen dibacain dongeng.
Setelah Sekar tidur, saatnya me time, saya bisa lihat lihat buku paket dan lks pelajaran Sekar, karena harus bisa sama sama belajar, agar bisa memberi masukan dan latihan dirumah, jadi saat disekolah sudah lancar, kegiatan lainnya menulis draft untuk posting blog, menulis naskah buku, sesekali menyapa teman di dunia online dan merancang planning planning yang perlu.
Walau ada sederet kegiatan dan aktivitas diluar kerja, namun saya selalu terus mengedepankan kepentingan anak saya dan keluarga, maka disaat saya menghadiri acara apapun jika Sekar tidak ikut serta, saya selalu berkomunikasi sesering mungkin, dengan sarana komunikasi yang menunjang dan tepat, saya tak khawatir putus kontak karena kehabisan pulsa atau terjebak mahalnya biaya komunikasi.
Tags: senangnya dekat keluarga















Sama mbak… kalo anak saya belum bisa paka hape, jadi kalo disekolah dengan gurunya. Kalo udah dirumah yang bermain adalah seubah cara berkomunikasi dengan anak…
sebagai FTM juga perlu memanage waktu dgn baik agar bisa menunjang quality time yg baik juga ya mbak
Iya mba , anak saya juga belum pakai hp, tetapi dipegang tantenya dirumah, dan saya komunikasi via hp itu melalui tantenya
Betul mba Lidya
Benar nih, Mbak. Kalau komunikasi kita dengan keluarga lancar, hati pun tenang selama bekerja. Saya juga rutin telepon ke hapenya Vaya, yg pgang sih mbaknya, tapi sengaja cari yg murah agar jg tak cemas dgn tarif hehdd…
iya pake tarif yang benar2 murah, soalnya komunikasi bisa tiga sampai empat kali dalam sehari
salam kenal yah mbak, makasih kunjungannya ke blog saya..semoga semakin nambah silahturahmi..:)
mau ikutan adopsi buku ditempatnya mbak lely..boleh banget tuh mbak….silahkan cek syarat syaratnya di yang punya blog yah mbak..ada 3 langkah kayaknya yang harus diikuti, tapi gampang kok syaratnya..cek aja di blog nyak yang ada disini http://aishilely.blogspot.com/2011/07/ad…)
Jangankan Sekar, segede ini aja aku juga msh suka dongeng lho kaaak
Sekar sih gak mau sama tante, pdhl kan tantenya jago mendongeng, bikin cerpen dan vacation. dsr berengahhhh surengahhh….wkwkwkkkkkk
Quality Time itu memang sangat perlu …
komunikasi …
belaian
tatapan mata dan sebagainya …
Tanpa bermaksud untuk mengadili …
Saya sering mendengar …
Banyak orang … entah Bapak atau ibu …
kalau dirumah justru uplek nggratil dengan BB nya
(demikian juga dengan si anak ..)(padahal sama-sama dirumah lho) hehehe
Salam saya
suka saya sama tulisan ini.
sudah banyak yg tau sih, tapi menyadarinya itu lho yg belum
seperti kata om NH, di rumah semua tp masing2 sibuk sendiri dengan gadgetnya, atau dgn acara tv kesayangan masing2.
kuatir juga sih
skrg sih blm ada momongan, tp sy dan suami wlo badannya sm2 di satu ruang, tp masing2 sibuk sendiri
semoga aja klo ada anak nti, jadi tidak seperti itu trus ya
semoga aku mendapat calon istri yang memiliki semua sifat baik mba any. hehe.. aminnn
komunikasi memang penting untuk menjaga keharmonisan bersama….jadi pengen cepat punya anak nech teh..:)
setuju….wkt berkualitas dengan keluarga & buah hati memang sangat penting… salut dengan upaya keras mbak Anny utk itu..
yang jelas aku ga bisa kaya mereka-mereka yang biasa ngobrol shering sama anggota keluarganya…
jujur aja ga biasa,, udah biasa cuek sih….
tp jadi ngiri kalo liat mereka…
benar mba anny, izin nyontek komunikasinya buat isteri saya, hehehe
me time itu memang sudah menjadi hal yang terlupakan begitu saja padahal hal tersebut sangatlah penting tuk kita secara pribadi
sukur deh masih mendapatkan itu
saya lelaku gagal yg sampe saat ini masih kepentok dgn komunikasi sama \hallet\ saya…
*curhat*
sekar beruntung punya bunda yang baik sekali seperti teteh ^^, moga uni bisa meniru cara teteh ini nanti klo dah punya anak, insyaAllah ^_^
hiks… saya baru 8 tahun menikah, belum punya anak, jadi belum tau rasanya, cuma pernah dengan kisah dari kawan tentang hal seperti ini, dan kisah di atas menjadi salah satu di antaranya.
Ah Mbak Anny ibu yang hebat.. pintar dalam segala hal.. salut sama Mbak Anny deh… *jadi susah mau koment apa, terlalu susah untuk mengucapkan kalimat*
Kemarin blogilicious malahan sekar diajak kan, Mbak?
Suka banget sama tulisan teh anny..
Sangat menyentuh..
Dilema bagi seorang ibu,ingin bersama anak mendampinginya selalu ato berkarier..
Aku mah ga bisa membagi waktu teh,
SAlut buat teh anny,Hebaat..!!
Sukses,yang terpenting memang komunikasi..
Hmm… bagus pengalaman dan artikelnya mbak, semoga suatu saat nanti, aku bisa meniru jejak mbak anny.
Salut mbak… kerja full time tapi tetap bisa menyediakan waktu untuk keluarga…
Ya.. komunikasi emang kunci untuk semuanya
Assalamualaikuum,,
lama tak berkunjung ke t4 ini,,..
mau baca” artikel mba’.. boleh ya..
makasi,,..
Setuju sekali, Mbak. Komunikasi itu musti efektif.
oooh iyaa mbak komunitas yg positif dan tidak hanya eksis, btw susah gampang ya teh jadi ortu hihiho
nice..thanks you’re posting bunda…