Bos, karyawan sama memilih
Selalu ada asumsi bahwa perusahaan yang berhak selektif memilih karyawan yang kualifikasinya baik yang akan dijadikan pegawainya, bertujuan agar perusahaan bisa maju dengan kendali para karyawan pilihan tersebut, benar sekali tanggapan ini dan sangat manusiawi dan sudah menjadi kebenaran hakiki dalam hidup manusia.
Bagaimana dengan karyawan? apakah karyawan hanya seorang yang untuk dipilih dan dipekerjakan saja? asal dapat penghasilan dan di gaji tiap bulan tanpa memikirkan apakah hasil yang didapatnya dari sebuah perusahaan dan seorang pimpinan yang bijaksana, tata cara berbisnisnya sehat, tidak banyak melakukan kecurangan dalam segala transaksi atau suka mengusik hak hak karyawan.
Dalam konteks selektif ini, untuk perusahaan bisa seleksi karyawan di awal pengenalan ketika melamar pekerjaan bisa menilai dari CV nya yang merangkum riwayat hidup mulai dari lulusan sekolah, skill yang dipunyai dan pengalaman serta pelatihan.
Untuk karyawan akhirnya bisa seleksi jika dari awal tahu perusahaan yang dilamar punya Good will dan reputasi yang baik di masyarakat, bisa mengenal lebih dalam lagi ketika sudah memasuki tahap interview dan mulai bekerja.
Menjadi karyawan ada kalanya kita harus bisa selektif memilih tempat bekerja karena rezeki yang berkah didapat dari hasil usaha yang baik dan manajemen yang sehat.
Untuk selektif secara garis besar kita bisa saja menilai dan memilah mana perusahaan yang baik atau kurang baik, tetapi ada kalanya kita bisa mengetahui lebih dalam sikap perusahaan dan pimpinan ketika sudah lama bergabung. Sedikit demi sedikit mulai terkuak hal hal yang kurang berkenan baik itu untuk pribadi kita sendiri maupun untuk orang lain yang menyangkut orang banyak.
Jika hal ini sudah terdeteksi dan ketika kita memberi masukan membangun tidak diterima, ada baiknya untuk kita mencari yang lebih baik lagi dan cari alternatif usaha lain, tidak mudah sih untuk beralih begitu saja apalagi cari kerja memang bagai cari jarum dipadang rumput, tetapi untuk keberkahan dan rezeki yang benar benar diridhoi Nya, perlu usaha keras dan kemauan yang kuat untuk peroleh hasil yang baik.















pen9ennya seeh 9itu ya jen9,dapet kerjaan yan9 sesuai..
tapi meskipun tidak ya mencuba dijalani,…..
anny => Harus dicoba dulu walau gak sesuai tapi kita berusaha kasih masukan membangun, kalo bersikukuh dengan hal yang tidak baik dan banyak pertentangan hati nurani ya gak ada pilihan lain selain out ajah
[Reply]
uhmm.. sepertinya ideal. Tapi sampai saat ini, masih banyak kulihat (temen / saudara) yang tetap bertahan di tempat kerja meski hati nurani tidak “sreg” dan dengan cara kerja Atasan.
Ada juga yang sempet ‘rasan2′ (berdiskusi) dan mengatakan, sebenarnya saya ingin keluar karena tidak sesuai dengan nurani saya. Apalagi cara atasan dalam memimpin dan cara berbisnisnya kurang baik / tidak sesuai idealisme saya. Tapi saya tidak bisa keluar begitu saja, karena tau sendiri lah, jaman sekarang susah cari kerjaan.
Kadang saya juga merasa seperti itu. Untuk jalan tengahnya akhirnya saya pilih, tetap bekerja dengan mempertahankan cara yang baik dan benar dalam menyelesaikan tugas - tugas. Dan tetep aktiv cari kesempatan di luar (jika memang sudah betul-betul ingin keluar dari tempat kerja yang sekarang).
*llaaahh.. panjang amat komen kuuuu???” hehehe…
maap teh Anny…
anny => Tulisan Lena melengkapi tulisanku, thanks
Jika pertentangan hati nurani nya sudah tidak bisa ditolerir baru ambil keputusan besar tapi jika perusahaan masih bisa terima cara yang menurut kita baik dan sedikitnya bisa mengurangi hal yang tidak baik, why not untuk survive, ya gak?
[Reply]
maunya sih dapet perusahaan yg fasilitas bagus, managemen bagus, temen2 dan bos asik, gaji gede dan halal.. bla bla bla
anny => asyikkkk…….tarik mang
[Reply]
Dengan melalui tahapan seleksi yang berat (administrasi, tes tulis, psycho test & interview, saya rasa setiap orang (tentunya yang masuk ke prusahaan/instansi melalui seleksi) merupakan orang2 yang terpilih dan sesuai dengan kriteria perusahaan/instansi ybs. Dari karyawannya sendiri memang masih banyak yang bekerja tidak sesuai dengan hati nurani karena merasa tidak nyaman atau tidak sreg. Tergantung masing misi, visi dan latar belakang karyawan itu. Aku sendiri lebih memilih kenyamanan dalm bekerja, menguasai pekerjaan, mengerjakan dengan sebaiknya dan lingkungan kerja yang kondusif dan kekeluargaan.
anny => iya teh, salary mah no.2 yah yg ptg kenyamanan
[Reply]
trus akhirnya gimana teh he he he
semua hal khan tidak ada yang kebetulan, semua sudah digariskan (kata-katanya di endesornya andrea hirata)
anny => Yang bisa merubah keadaan adalah usaha kita sendiri, jika sudah mentok kita serahkan sama yang Maha Menentukan
[Reply]
kalo tempat kerja nyaman, hubungan antar bos,karyawan baik, kerja jadi mengasyikkan dan ringan
anny => Iya pergi ke kantor semangat jadinya
[Reply]
memang paling enak usaha sendiri ya…
walupun sulit.tapi nyaman…
anny => Iya, aku juga pingin wiraswasta, mudah2an ya
[Reply]
keberkahan jadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan dimana kita akan bekerja, tentunya jika ini menjadi landasan dalam mencari kerja bagi semua orang akan membuat Indonesia jadi jauh lebih baik.
Saran dan masukan untuk kebaikan perusahaan agar tidak berbisnis dengan cara-cara yang kotor tentu perlu disampaikan demi kebaikan semua.
anny => Yup setuju Bro Julian
[Reply]
betul sih, jika kita bekerja di tempat yang menyenangkan hati, maka… kita sepeti tak pernah bekerja, tapi bersenang- senang setiap hari…
jika ada pertentangan di dalam hati, pasti dari hari ke hari berat rasanya menjalani pekerjaan.
adakalanya memang kita perlu mencari yang ideal, tapi adakalanya juga kita yang harus merubah sudut pandang agar yang tidak ideal itu tidak dipandang sebagai masalah tapi sebagai kesempatan untuk melakukan perbaikan…
anny => Idealisme kadang perlu dipertimbangkan mba karena dari keidealisan itu akan tercipta keputusan yang baik namun sudut pandang kita pun bisa ditelaah thd sesuatu yg kontra itu sampai mendekati kebenaran
gitu kali ya?
d.~
[Reply]
Pimpinan dan karyawan, punya hak yang sama untuk memilih ya, mbak.
Pemilihan itu tentu berdasar kepentingan masing-masing.
Posting ini mengingatkan kita, bahwa memperoleh pekerjaan itu tidak semata-mata ukuran besarnya materi yang akan didapat, tapi berkah dari rezeki yang kita terima…
Nice
anny => Iya mba, karena kita adalah cermin dari apa yang kita makan dan minum
[Reply]
nasib jadi karyawan tidak dpt memilih sesuka hati
anny => Milih berdasar pertimbangan dong angel
[Reply]
Karyawan bUkan Untuk dipilih, tetapi untuk memilih, tapi pada akhirnya kualitas seorang karyawan akan membuat dirinya sebagai pilihan terbaik perusahaan.
tapi alangkah baiknya kita menjadi penyedia lapangan kerja bagi karyawan. yah.. Bekerja di atas 10 tahun di sebuah perusahaan dengan tingkatan seperti itu saja tanpa ada peningkatan, akan membuat kita semakin malas untuk meningkatkan profesionalitas kita.
Karyawan haruslah selalu mau maju, meingkatkan skill dan memiliki kemauan untuk menjadi pemimpin, sehingga bisa memimpin karyawan terpilih lainnya.
Intinya sih Karyawan itu memilih Jika Dia punya skill yang baik.
Salam
anny => Betul mba, karyawan memilih jika skill nya punya kualitas dan punya sikap yang jujur, karyawan seperti ini tidak akan susah cari kerja malahan mungkin perusahaan yang akan cari karyawan dgn skill berkualitas ini
[Reply]
membangun keyakinan terhadapNya itu yg sebagian besar manusia susah mewujudkannya, sehingga lebih memilih bertahan, walo didera berbagai macam perasaan…emang kudu bener2 yakin pada Allah, agar Dia memberikan jalan rizki yg berkah dan diridhaiNya
anny => Sebenarnya tidak susah ya mba tapi kebanyakan cari gampangnya aja dan asal bisa makan dan hidupi diri serta bisa penuhi kebutuhan selama hidup, masalah sumber rezeki itu no 2 prinsipnya, memang manusia punya keterbatasan kemampuan tapi jika yakin ya itu kata mba tadi kita kalau yakin terhadap Nya pasti semuanya akan mudah Insya Allah
[Reply]
betul bu,
bisa dipilih dan memilih………
anny => Sipp
[Reply]
Andai bisa begitu….
Lebih adil kayaknya…
[Reply]
kalo bisa milih mending jadi istri bos ajah teh
anny => Ha..ha..ha.. Putri bisa aja
[Reply]
apalagi bekerja sesuai dengan minat dan bakat, ya
anny => Mantap deh
[Reply]
di “toko” ku ga ada bos ga ada karyawan teh hehehe…
tapi aku setuju sama yangputri. enakan jadi istri bos ^^
anny => Asyik dong kerja jadi free time ya
[Reply]
Emm.. Bingung mbak..
anny =>
[Reply]
Teh Anny bener2 karyawan yang sudah sangat berpengalaman dalam dunia kerja ….
dan memang kayaknya polemik yg ada dalam dunia kerja tdk jauh dari apa yg Teh Any ulas disini ……
Dan memang, sebagai karyawanpun kita ahrus pinter2 cari kerjaan yg sesuai ut kita dan bisa memberikan penghargaan atas kinerja kita selama jadi karyawan
anny => He..he…masih banyak yg lebih berpengalaman Ri, dan yang saya ulas diatas memang sesuai pengalamanku pribadi
[Reply]
Setuju !
Terus terang sampai sekarang Saya belum kepingin pindah kerja krn alasan kenyamanan di tempat kerja sekarang. Nice posting Mbak.
Have a sweet weekend.
anny => Alhamdulilah kamu dapat tempat kerja yg lebih nyaman ya
[Reply]
hiiiiiiiii my sweet sista, i’m back
komenin ye hehe…
hehe maaf lum di baca,menyusul…
anny => Haiiii juga
[Reply]
hmm…
kadang2 memang dilema ya, mbak…
kalo suasana kerja gak nyaman, memang pgn keluar ajah…
aplg kalo ada krjaan lain yg lbh mnjanjikan…
tapi, yah secara cari kerja jaman skrg memang susyah siyh…
anny => Nyari kerja gak susah Van kalo kita punya skill dan disertai doa
[Reply]
hmm..
hidup memang penuh dgn persimpangan..
untuk dipilih..
dan memilih..
bukan begitu ce..
..
btw, 10 teman yg mendapatkan..
novel Debu Cintayana..
bisa dilihat di artasastra.com
anny => Iya mas, ho..ho…aku masuk salah satunya dari 10 itu gak ya? meluncur dulu ah kersana
[Reply]
pilih yang bisa bikin kita nyaman aja…tapi ini juga ngak gampang nyari tempat kerja yang kayak gini
[Reply]
[...] sungai yang mengalir ke samudra julie-anny, warkop [...]