Tak Hanya Cukup Mengakui

Ibarat adik kakak, Indonesia dan Malaysia selalu ada kesalah pahaman juga sedikit pertengkaran dalam hal sosial, ekonomi, politik juga merembet kepada masalah kedaulatan suatu wilayah.

Tentu jika ada masalah tak lama reda kembali, namanya juga adik kakak ya, tapi kalau sampai masalah kedaulatan wilayah kita diambil negeri tetangga jelas sangat mengusik reaksi kita sebagai Bangsa Indonesia yang merdeka dan bersatu, jelas tidak terima dan manusiawi kita mengumbar amarah juga menuduh bahwa Malaysia maling, bajingan dan kita berteriak “GANYANG MALAYSIA”

Kasus Pulau Ambalat sedang ramai lagi ,dulu kasus Pulau Simpadan dan Ligitan yang menjadi milik Kerajaan Malaysia kenapa tidak dijadikan pelajaran termahal buat kita bahwa waktu itu NKRI sampai membayar pengacara yang harga nominalnya lebih dari harga dua pulau itu, tetapi tetap dua pulau itu tidak dapat kita pertahankan menjadi milik kita.

Dari situ kita seharusnya bisa koreksi diri, introspeksi diri juga menelaah lagi apa yang patut dilakukan dan di benahi dalam pengelolaan pulau pulau yang kecil dan tidak terjangkau, apakah kita sudah memelihara dengan baik habitat yang ada dipulau itu dan mengembangkannya serta menghindari kepunahan, apakah kita juga sudah menjaganya dari kerusakan alami dan fenomena alam disana? kita belum menjangkau pikiran ke sini kan?

Keputusan PBB pada waktu itu menjatuhkan kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan adalah karena pertimbangan Negara Malaysia jauh lebih baik mengelola pulau itu disaat tidak terkontrol oleh bangsa kita, dan pengelolaan pulau itu ada dampak baik untuk kelangsungan habitat yang ada di pulau itu.

Jika pulau itu adalah anak kita dan kita cuekin, kita telantarin gak dikasih makan, minum, pakaian juga dibiarkan sendiri lalu ada orang lain yang memungut dan memeliharanya, pasti PBB sebagai penengah akan bersikap memihak kepada yang peduli, iya kan?

Aku tidak memihak kepada Negara Malaysia dalam kasus ini, tentu saja memihak RI negaraku tumpah darahku, dan aku sangat kecewa kedaulatan wilayah kita Sipadan dan Ligitan jatuh ke Malaysia, yang aku sesalkan hanyalah kenapa untuk masalah ini kita tidak punya strategi yang lebih tepat dan melakukan apa yang patut.

Dari kejadian demi kejadian ini mari kita belajar lagi untuk melakukan sesuatu yang patut dan lebih kritis serta mengakui kedaulatan tidak cukup hanya mengakui saja tetapi harus dilandasi hati nurani untuk menjaga, mengelola dan melestarikannya serta sistem penjagaan serta management yang berkwalitas.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

32 Responses to “Tak Hanya Cukup Mengakui”

  1. tanyasaja says on :

    benar sekali Teh, tak hanya mengakui tapi harus menjaganya pulau beserta isi2inya :) 0rang2 perbatasan maksudnya

  2. depz says on :

    yang pasti saya ga mau “adik -kakak” sama malaysia

    btw dah tau blm? patok perbatasan juga dimajukan oleh malaysia
    sejauh 100 meter memasuki indo (saya nnton beritanya d metro)
    bukankah itu namanya cari gara2 ? or “ngajak perang”?

    anehnya SBY ga kasih ultimatum apa2
    harusnya negara se”besar” indo bisa lebih tegas
    opsinya :
    1.ultimatum
    2. perang

  3. mellbondz says on :

    bener banget teh anny
    pulau-pulau kecil itu sering terlupakan

  4. syMB4h3 says on :

    TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA
    SALAM ACTION!!!

  5. coolk45 says on :

    dari dulu memang Malaysia selalu melecehkan kedaulatan NKRI,
    Menjajah di segala aspek kehidupan,…tapi ga ad yg brani mempublikasikan.
    TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA
    SALAM ACTION!!!

  6. r2g says on :

    ooohhh…jadi kalo orang lain bisa “merawatnya” dengan baik kita rela dan melepaskannya tanpa ada rasa sakit hati??, apakah sesuatu yang bukan haknya diperbolehkan untuk dimiliki?, dasar tetangganya aja “keganjenan” mau merebut pulau yang memang aduhayyyy…..gw jg gak sudi punya adik yang suka “merongrong”..

  7. Aan says on :

    Entahlah, heran.. Gak tahu harus ngomong apa lagi. Kalo perang2 deh sekalian, pusing liatnya

  8. widdy says on :

    yups se7 banget… tentunya q-ta memihak RI dunk

  9. mataharitimoer says on :

    Malaysia memang bisa dianggap kurang ajar. Tapi coba kita lihat dari sudut pandang mereka. Kenapa mereka bisa begitu percaya diri dalam mengklaim sesuatu yang belum tentu milik mereka? Percaya diri, yakin, dan semangat pantang mundur kini lebih dimiliki Malaysia ketimbang petinggi negri kita, yang sibuk mengurusi partai dan kekayaan kelompoknya saja. Bangsa kita sibuk tercerai berai oleh satu hal yang tak terlalu penting dijadikan pemicu pertengkaran, seperti PEMILU…

  10. lemontea says on :

    Malaysia itu aslinya memang jahat,,
    Semua mau seenaknya ajjah,,

  11. dr_naziel says on :

    saya kagum dengan usulan damai lewat jalur diplomasi bilateral
    karena kalau terjadi perang pun saya khawatir Pesawat hercules pengangkut pasukan kita pada jatuh, belum lagi Tank-tank yang mogok, serta Kapal laut yang tenggelam karena jarang diservis…

  12. Ocehanburung says on :

    perang!!! perang!!!

    hehehehe…

    salam super!

  13. Yanuar says on :

    Seharusnya pemerintah tegas, beri ultimatum. Nggak ush berhati-hati kalo menyangkut kedaulatan bangsa.

  14. yenin says on :

    setuju ma depz gak mau kakak adik ma malay*serakah malysia dah tau bukan hak nya maen rebut aja huhuhuh
    kalo perang kek nya menang indonesia heuheu *ups kok malah ngomporin :D

  15. eeta says on :

    Harusnya pemerintah bisa lbh tegas dan peduli..

  16. zuanlovers says on :

    emang yah malaysia gak tau berterima kasih.coba klo dl gak ada presiden RI kita yaitu Bung Karno mana ada tuh yg namanya malaysia.ya udah mending perang aja sekalian.hidup Indonesia.Merdeka…..

  17. hes says on :

    .. ah memang terlalu. ada-ada saja permasalahan negeri kita tercinta ini :cry:

  18. rizwal80s says on :

    setujuuu.. walau rada gaak mudeeeng .. coz ge sleeppy .. :D , salam sukses n semangaatz yaa :)

  19. Idana says on :

    Setuju dengan mt,mrka penuh percaya diri melecehkan negri tercinta ini mungkin krn melihat pemimpinnya yg suka menindas kaum lemah,trlalu adem ayem menghadapi masalah.

  20. easy says on :

    karena malaysia tahu bahwa negara kita ini lemah dari semua lini :D
    wajar aja mereka pede utk mencaplok semua milik kita.

    dan memang negara kita belum becus memelihara semua aset negara kan ?

  21. mrpsycho says on :

    iya harus berbuat sesuatu deh buat Ambalat

  22. umikartikawati says on :

    NKRI harga mati!!!!

  23. penyuuuuuuuu says on :

    :( kalau ada jalan lain selain perang tapi tak kehilangan hak kita?

  24. sucimanize says on :

    huuuuuuhhhhhhh….

    lagi-lagi bikin ulah tuh malaysia….

    ggggrrrrrrrrrr

  25. erza says on :

    jangan perang deh… bjimana kalo kirim santet aja yuks…

  26. ichanx says on :

    strategi? orang-orang gedean di negri ini kayaknya lebih tertarik untuk mikirin strategi memperkaya diri dibanding mempertahankan wilayah negara…. hehehe

  27. andivan says on :

    aarrrgghhhhh…. Malaysia serumpun dengan Indonesia harusnya akur sampe aki nini..

  28. uni says on :

    moga masalah antar kedua negara ini bisa cepat selesai ^_^

  29. baratra says on :

    selagi gw masih bisa makan mah peduli setan ma urusan gituan kwkwkkw peace

  30. udinkoxx says on :

    gw setuju tuh sama koment MT (mataharitimoer).
    truz DPR kita juga terlalu banyk omong di media,
    kalo ada pesawat jatuh…. trz nyerocos deh pesawat terbang
    kita jumlahnya sekian, kapal perang kita sekian.
    Padahal mereka sadar gak kalo itu menjelekan bangsa sendiri dan
    membuka aib sendiri dan bisa dibergunakan sebagai acuan
    bagi negara lain kalo kekuatan kita cuma segitu (lemah). Mereka sadar gak kalo tipi kita juga didenger di negara lain?
    jadinya gitu deh tetangga2 kita banyak yang bertingkah karena
    mereka tau kita emang lemah.

  31. 1nd1r4 says on :

    Belajar dari kesalahan dan pengalaman itu harusnya yg dilakukan Indonesia. Keledai aja ga masuk lbang yg sama dua kali

  32. Pemilih.com says on :

    Anny: Tak Hanya Cukup Mengakui…

    Kasus Pulau Ambalat sedang ramai lagi ,dulu kasus Pulau Simpadan dan Ligitan yang menjadi milik Kerajaan Malaysia kenapa tidak dijadikan pelajaran termahal buat kita bahwa waktu itu NKRI sampai membayar pengacara yang harga nominalnya lebih dari harga…

Leave a Reply